Demokrasi Tanpa Gagasan Ala Jokowi by @udayusuf

  • Baru buka tuiter lagi. Sambil nunggu subuh. Ada fenomena yg menarik dr demokrasi kita. Kalau bahasanya abang saya @P_JaluP , “ratu adil”
  • Istilah ratu adil ini dekat dgn masyarakat indonesia. Di citrakan sbg sosok yg bisa selesaikan mslh dgn bijak dan cepat
  • Sosok ratu adil dulu pernah di identikan dgn bu megawati. Krn ratu biasanya seorang perempuan
  • Tp bila di dalami, ratu itu bias gender. Pria pun bisa dipanggil ratu. Dlm konteks ratu adil, maka siapapun bias
  • Uniknya, fenomena ini tjd di pilkada ibukota. Thd seorang calon. Oke kita sebut namanya pak joko widodo
  • Pak jokowi ini telah mencatat berbagai prestasi ketika memimpin solo. Periode keduanya ia terpilij diatas 90%
  • Langsung saja, keberhasilan ia memimpin solo membuat dirinya di beri cap ratu adil oleh masyarakat
  • Ia dinilai sbg sosok pahlawan yg bisa selamatkan jakarta. Batman, messias dan berbagai istilah lainnya. Orang hebat lah
  • Konsekuensi fanatik dr ratu adil adalah , ia tidak pernah dan tidak boleh salah 🙂
  • Pdhl jokowi jg manusia, sgt ngkn pernah salah. Lumrah. Tp para pendukung ratu adil ini tak rela bila sang ratu salah apalagi disalahkan
  • Mengingat sang ratu kini tengah berjuang di pilkada. Tentu bnyk kritik utknya, bahkan cercaan.
  • Salah kritik juga lahir dr seorang ulama. Kritik biasa. Tp ratu adil ga boleh salah. Jdlah pendukungnya langsung balik kritik si ulama
  • Padahal ulama ingetin umara itu biasa aja. Ga ada yg salah. Kritik pedas ? Sby juga banyak yg kritik kok org diem ajja
  • Kenapa sby dikritik org diam aja. Krn beliau bukan ratu adil. Dinilai mmg sdh gagal dr awal ketika memimpin.
  • Apa dampak fenomena ratu adil ini ? Pertama dan utama, pemilih jd irasional. Pake perasaan dan emosi,
  • Kedua, pemilih cenderunh mensetengah dewakan si ratu adil,ia selalu benar. Tak pernah salah. Sosok lain yg salah dan ga benar.
  • Ketiga, bila ratu adil menang. Ada kemungkinan abuse of power oleh ratu adil. Penyalahgunaan kekuasaan. Krn ia tdk pernah salah.
  • Keempat, bila ratu adil kalah. Maka yg terpilih akan dianggap setan dan gak akan pernah benar apapun yg ia lakukan.
  • Menarik tentunya. Fenomena ini tjd di ibukota yg konon masyarakatnya paling rasional. Benarkah ?
  • Hsl survey dr sbh lembaga menunjukkan 81% pemilih jkt krn alasan irasional. Jd demokrasi kita adlh demokrasi gila. Tanpa gagasan
  • Masyarakat memilih bukan atas diskursus gagasan. Tp berdasar perasaan dan emosi. Melankolic voters. Pencitraan jd pegangan.
  • Apa yg tjd bila ratu adil memimpin. Pertama ia akan bebas memimpin. Memanfaatkan popularitas dan kecintaan masyarakatnya.
  • Kedua, demokrasi pencitraan berkembang. Tanpa gagasan. Dgn sedikit sentuhan keteladanan dan dukungan media. Semua selesai.
  • Ketiga, masyarakat cenderung tak akan utak atik dapur sang ratu. Potensial penyalahgunaan kekuasaan.
  • Keempat, ia akan aman dr kritik terbuka. Krn pendukungnya akan langsung menghabisi yg mengkritik. Hukum rimba.
  • Kelima, bila ia bisa menjaga sosok ratu adil pd dirinya, maka ia akan terpilih lagi di periode kedua. Atau maju pd tk yg lbh tinggi.
  • Wajar masyarakat kita cinta ratu adil. Negeri ini minim.keteladanan. Kurang sosok sederhana. Jokowi punya itu semua.
  • Saya menulis ini bukan konteks menyerang jokowi. Secara pribadi saya respek pdnya. Saya hanya amati fenomena ratu adil ini.
  • Sbg seorang pengamat politik saya melihat fenomena ratu adil ini bisa merusak tatanan demokrasi yg sehat.
  • Jokowi potensial menang. Ia punya konten. Tp fenomena ratu adil hanya akan akan merusak kualitas demokrasi di negeri ini.
  • Ketika ulama saja diserang dan disalahkan ketika mengingatkan umara. Hmmm. . Menarik. . Ratu adil memang sangat kuat
  • Faktanya, bnyk lembaga survey mengindikasikan jokowi akan ttp menang,ia justru dpt bnyk simpati krn parpol bnyk merapat ke foke
  • Maka timnya dgn canggih mencitrakan, seorang ratu adil sdg melawan raksasa besar. Butuh dukungan rakyat. Rakyat tersentuh dan memilih
  • Itu mengapa menjelang pilkada jakarta. Tdk ada lembaga survey yg publikasi surveynya. Bisa jd takut di labrak foke hehe
  • Yah itulah sekilas. Demokrasi kita mmg tanpa gagasan, masih berbasis pencitraan dan transaksional. Setidaknya.sdh bukan represif
  • Ttg demokrasi di.indonesia. Saya bikin tulisan demokrasi tanpa gagasan. Bila Udah terbit di media akan saya kasih linknya.
  • Saya tdk kritik jokowi. Jd saya mohon jgn di bully. Saya hanya ingin demokrasi dgn gagasan terwujud di negeri ini.
Advertisements
This entry was posted in Jokowi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s