Bahaya di Belakang Slogan Kotak-Kotak

  1. Eng ing eeng..saya akan kultwitkan sekilas sejarah pengkotak2an manusia dalam sejarah peradaban dunia dan Indonesia
  2. Zaman dulu pemisahan kelas, derajat & status manusia menjadi suatu keharusan. Ada kelas budak, paria, rakyat kebanyakan, bangsawan dst
  3. Diutusnya rasul2& nabi2, terutama Rasulullah Muhammad SAW tujuan utamanya adalah memperbaiki akhlak manusia & penghapusan kelas/kasta
  4. Salah satu misi terpenting rasulullah Muhammad SAW adalah menghapuskan/melarang perbedaan, penggolongan dan pengkotak2an manusia
  5. ” Sesunggungnya, manusia yg paling mulia di sisi Allah adalah manusia yg bertakwa”. Tak peduli siapa dia, asal usulnya, jabatannya dst
  6. Sejarah renaisans pd abad 16 di Eropa juga merupakan perjuangan pembebasan manusia atas penindasan dan pengkotak2an. Era Pencerahan.
  7. Pada abad 19 paradigma positivisme yg masih mengkotak2an manusia digantikan dgn paradigma holistik yg lebih adil dan demokratis
  8. Pertentangan antar umat manusia bahkan perang banyak terjadi utk hapuskan pengkotak2an yg dinilai zalim& diluar fitrah kemanusiaan itu
  9. Penjajahan/kolonialisme belanda di Indonesia juga melahirkan struktur dan budaya masyarakat yg terkotak2 di bumi nusantara ini
  10. Kolonialisme Belanda memperkenalkan sistem hukum yg terkotak2. Bangsa Eropa, Bangsa Cina dan timur jauh, serta bangsa pribumi
  11. Bangsa pribumi yg kelas III itu juga masih dibagi2 lagi dlm bbrp kelas : kelas raja/bangsawan, priyayi, amtenar, rakyat kebanyakan dst
  12. Masuknya agama islam ke Indonesia terutama di Jawa, mengikis sedikit demi sedikit pengkotak2an manusia yg telah terjadi berabad2
  13. Kemerdekaan indonesia juga menjadi jembatan dan kunci emas penghapusan pengkotak2an atas rakyat Indonesia. Tak perbedaan kelas
  14. Kerelaaan mayoritas umat islam menghapus sbgn kata2 dlm piagam Jakarta juga utk menghapuskan pengkotak2an rakyat Indonesia
  15. Semua warga dan rakyat indonesia sama kedudukannya dimata hukum. Sama hak dan kewajibannya. Tidak ada pengkotak2an
  16. Namun, buah dan tujuan kemerdekaan itu pernah ternodai. PKI melancarkan strategi pengkotak2an, saling curiga dan permusuhan
  17. PKI jadi musuh bersama. Dibasmi dan dilarang di bumi Indonesia. Terlalu banyak korbannya. Terlalu menyakitkan. Menimbulkan luka bangsa
  18. Tapi, 33 thn kemudian, tepatnya Mei 98 terjadi kerusuhan hebat di Indonesia. Strategi pengkotak2an kembali mau dihidupkan oknum2 bejat
  19. Rakyat kembali bersatu. Sadar bhw ada yg anasir2 tertentu yg mau hancurkan dan kuasai indonesia. Strategi pengkotak2an kembali ditumpas
  20. Rakyat sdh trauma dgn pengkotakan2. Trauma masa kolonial belanda, trauma masa PKI, trauma masa kerusuhan Mei 1998.
  21. Tidak ada cara lain utk melawan penghidupan kembali ideologi pengkotak2an yg membahayakan bangsa itu, kecuali rakyat harus bersatu !
  22. Konstitusi, konsensus nasional, kearifan lokal dan demokrasi kini mau diboncengi, ditunggangi dan disalahgunakan melalui pengkotak2an
  23. Anehnya, sebagian generasi muda kita, sbgn kecil akademi dan elit kita, kini malah mau jadi bagian dari strategi pengkotak2an itu
  24. Strategi pengkotak2an ini ibarat kuda troya. Kelihatan indah dan menarik di luar, tapi didalamnya bersembunyi musuh2 bangsa
  25. Dengan bantuan uang yg tak terbatas, penguasaan media, jaringan KG internasional, KudaTroya ini membangun opini yg sesat. Memperdaya
  26. Siapa yg tak terpedaya dgn penampilan yg “lugu, seolah2 merakyat, suci dan bersih” itu? Plus ditambah dukungan opini yg begitu memabokan
  27. Tetapi Tuhan Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Adil, Dia tunjukan dan ungkap satu demi satu agenda busuk dan bahaya dari slogan kotak2 ini
  28. Strategi dan tujuan pengkotak2an ini sangat berbahaya. Merupakan pengkhianatan thdp amanat konstitusi dan cita2 bangsa
  29. Orang yg rela “menjual” bangsa& negaranya sendiri demi ambisi pribadi & gelap mata, tdk layak menjadi pemimpin di negara tercinta ini
  30. Pengkotak2an, mau dikemas dalam bentuk seindah apapun, merupakan bahaya nyata. Musuh bersama yg harus dihancurkan demi rakyat dan NKRI
  31. Seperti kata Bung Karno : ” suatu masa nanti, yg menjadi musuh dan lawan kita adalah bangsa kita sendiri” … Masa itu sdh datang skrg
  32. Banyak akademi, ilmuan, pengusaha, elit, politisi kita bahkan pejabat2 kita yg skrg sdh jadi antek, kaki tangan musuh bangsa
  33. Ekonomi kita sdh dikuasi asing, SDA kita sdh habis dikuras asing, kini politik & demokrasi kita juga mau dikuasai asinf via antek2nya
  34. Musuh nyata kita skrg bkn orang2 barat yg kulitnya bule. Bukan jg mafia2 asia timur yg tdk bs berbahasa indonesia, tapi via antek2nya
  35. Sebab itu kita harus waspada. Jgn ada srigala berbulu domba. Sekali kita berikan kesempatan pada mereka, negara ini hancur musnah
  36. Lawan kampanye pengkotak2an itu. Cermati agenda2 tersembunyi dibalik jargon2 manis bertopengkan : anti sara, pluralisme, pembauran dst.
  37. Negara kita bukan negara sekuler. Bukan juga negara agama. Ada ideologi pancasila sebagai bingkainya. Jgn terpedaya dgn citra palsu
  38. Kedamaian, ketenangan dan kerukunan hidup berbangsa dan bernegara akan hancur tercabik2 jika strategi pengkotak2an ini berhasil
  39. Konstitusi, konsensus nasional, kearifan lokal, pancasila harus kita pelihara dan jaga. Jgn mau disusupi oleh anasir2 jahat yg berkedok
  40. Stop pengkotak2an. Jgn mau dikotak2an. Jgn mau masuk kotak. Jgn mau mundur kejaman kebodohan. Sekian. Semoga bermanfaat. Terima kasih
This entry was posted in Ahok, Jakarta, Jokowi, Kotak Kotak, Pilkada DKI Jakarta. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s